Penantian 22 Tahun Berbuah Manis, Tuhu Lukito Jadi P3K di Ngawi!

Penantian 22 Tahun Berbuah Manis, Tuhu Lukito Jadi P3K di Ngawi!
Penantian 22 Tahun Berbuah Manis, Tuhu Lukito Jadi P3K di Ngawi!
hi-rukpikuk.fun - Setelah mengabdi sebagai sopir ambulans selama 22 tahun, Tuhu Lukito (56) akhirnya resmi jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Ngawi. Kisah inspiratif ini bikin kita ikut terharu! Yuk, simak cerita lengkapnya!

Tuhu Lukito, Sopir Ambulans yang Akhirnya Jadi P3K

Tuhu Lukito, sopir Puskesmas Gemarang di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, akhirnya menuai hasil dari pengabdian panjangnya. Setelah setia melayani sejak 2003, ia resmi diangkat sebagai P3K pada 2 Juni 2025. Tuhu termasuk dalam 49 orang yang menerima Surat Keputusan (SK) P3K, bersama 243 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lainnya, yang diserahkan langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, di Pendopo Wedya Graha.

“Alhamdulillah, senang banget. Di usia 56 tahun, masih diberi kesempatan jadi P3K. Ini anugerah dari Allah,” ujar Tuhu dengan wajah penuh syukur.

Meski hanya punya dua tahun lagi sebelum pensiun di usia 58 tahun, Tuhu tetap ikhlas. “Saya ikut aturan aja,” katanya sambil tersenyum. Hingga kini, ia masih setia sebagai sopir ambulans di Puskesmas Gemarang, lho!

Pesan Bupati: Totalitas untuk Rakyat!

Dalam acara penyerahan SK, Bupati Ony Anwar Harsono tak main-main memberikan pesan kepada para ASN baru, baik CPNS maupun P3K. Ia menekankan pentingnya totalitas dalam bekerja demi masyarakat Ngawi.

“Kalau sudah diangkat di Ngawi, harus all out! Biaya rekrutmen ini dari uang rakyat, jadi harus dibalas dengan pengabdian yang maksimal,” tegas Ony.

Pesan ini jadi pengingat bahwa jadi ASN bukan cuma soal status, tapi juga tanggung jawab besar untuk melayani warga.

Inspirasi dari Tuhu Lukito

Kisah Tuhu ini bikin kita salut. Bayangkan, 22 tahun setia jadi sopir ambulans, dan akhirnya di usia 56 tahun, ia mendapat pengakuan sebagai P3K. Meski masa kerjanya tinggal sebentar, semangat dan keikhlasannya patut dicontoh. Cerita ini juga menunjukkan bahwa dedikasi dan kesabaran bisa membuahkan hasil, meski butuh waktu panjang.

Apa pendapatmu tentang perjuangan Tuhu? Atau mungkin kamu punya kisah inspiratif lain? Tulis di kolom komentar ya, biar kita ramein diskusinya di hi-rukpikuk.fun!