Sahil tiba di Ngawi pada Kamis (12/6/2025) setelah menjelajahi berbagai kota di Indonesia, mulai dari Bali, Surabaya, hingga Jember. Di kota yang terletak di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah ini, ia berkesempatan bertemu langsung dengan kelompok tani organik di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman.
Perjalanan Sahil dimulai dari India dengan menempuh jarak 15.000 kilometer, kemudian berlanjut ke Australia dan Selandia Baru sebelum akhirnya tiba di Indonesia. Misi penyelamatan lingkungan yang diusungnya telah dimulai sejak 1 Mei 2020, ketika ia masih duduk di bangku kelas 10.
"Saya terinspirasi dari Sadhguru untuk bersepeda keliling dunia. Perjalanan ini saya mulai dari India, kemudian ke Australia, Selandia Baru, dan kini tiba di Indonesia," ungkap Sahil.
Kunjungan Sahil di Ngawi menjadi momen istimewa ketika ia menyaksikan langsung praktik pertanian organik yang diterapkan petani setempat. Tak hanya mengamati, pemuda berusia 19 tahun ini juga terlibat diskusi mendalam dengan para petani tentang metode pertanian berkelanjutan.
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Sahil ikut berjoget bersama petani perempuan diiringi lagu Bollywood "Kuch Kuch Hota Hai".
Sahil menekankan bahwa kondisi tanah di seluruh dunia saat ini berada dalam keadaan tidak sehat. Unsur organik yang seharusnya terkandung dalam tanah sudah sangat berkurang atau bahkan hilang.
"Tanah di seluruh dunia sudah pasti tidak dalam kondisi baik. Unsur organik yang seharusnya ada sudah tidak ada lagi. Padahal, minimal harus ada 3-6 persen unsur organik dalam tanah," jelasnya.
Aksi yang dilakukan Sahil bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempengaruhi kebijakan pemerintah di setiap negara yang dikunjunginya untuk kembali memperhatikan kandungan organik tanah.
Sahil mengajak para petani untuk beralih ke sistem pertanian organik dengan menggunakan pupuk dan pestisida alami. Menurutnya, hasil panen dari pertanian organik tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkualitas lebih baik.
"Saran saya, petani harus beralih ke metode pertanian berkelanjutan dengan meningkatkan unsur organik dalam tanah," tegasnya.
Setelah dari Ngawi, Sahil akan melanjutkan kampanye penyelamatan tanahnya ke berbagai daerah di Indonesia. Rute perjalanannya mencakup Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Purwakarta, dan Jakarta.
Petualangan bersepeda keliling dunia ini tidak berhenti di Indonesia. Sahil berencana melanjutkan perjalanan ke Singapura, Malaysia, dan berbagai negara di benua Eropa untuk terus menyebarkan pesan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian tanah demi kelangsungan hidup generasi mendatang.
