![]() |
| Program ini sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang merupakan salah satu dari lima Quick Win |
hi-rukpikuk.fun - Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui program Omah Ayem. Program ini sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang merupakan salah satu dari lima Quick Win Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan bahwa GATI hadir untuk mendorong peran lebih besar dari seorang ayah dalam pengasuhan dan urusan rumah tangga. Menurutnya, selama ini program pemerintah cenderung fokus pada peran ibu, padahal keterlibatan ayah juga sangat penting.
“Hampir semua intervensi diarahkan ke ibu. Misalnya soal kesehatan saat hamil, penurunan angka kematian ibu dan anak, dan lainnya. Padahal peran suami juga sangat krusial,” ujar Ony, Senin sore (23/6/2025).
Ia menambahkan, GATI bertujuan menguatkan peran suami sebagai bagian dari keluarga siaga. Selain sebagai tulang punggung ekonomi, ayah juga memiliki tanggung jawab dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan menjaga keharmonisan keluarga.
"Output dari program ini adalah terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Indikatornya bisa dilihat dari menurunnya angka KDRT," jelasnya.
Di Kabupaten Ngawi, GATI diimplementasikan melalui program Rumah Ayem yang telah terbentuk di tingkat desa. Unit ini berperan dalam memantau dan menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga di lingkungan masing-masing.
Peluncuran program GATI ini turut dirangkaikan dengan Kirab Bangga Kencana 2025 dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional. Kabupaten Ngawi menjadi salah satu titik pelepasan pasukan kirab menuju Jakarta.
