Hi-rukpikuk - Sejumlah emak-emak di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan desa yang rusak parah. Jalan alternatif penghubung Kabupaten Ngawi dan Blora itu sudah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan.
Aksi tanam pisang dilakukan bersama para pemuda setempat. Mereka mengaku geram lantaran jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer yang menjadi satu-satunya akses warga Dukuh Gemporapah sekitar 80 kepala keluarga tidak pernah diperbaiki. Saat jalan kampung lain sudah diaspal atau dipaving, jalur di wilayah mereka masih berupa makadam yang dipenuhi lubang.
“Selama ini kami perbaiki dengan swadaya, urunan antarwarga,” ujar Luki Prasetyo, salah satu pemuda setempat, Rabu (12/11/2025).
Aksi unik itu sontak viral di media sosial. Warga berharap langkah simbolis ini bisa menarik perhatian pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan.
"Dari dulu belum pernah ada perbaikan. Kami hanya ingin jalan kami juga diperhatikan,” tambah Luki.
Bagi warga, jalan tembus tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama aktivitas warga dan ekonomi, terutama bagi para petani untuk membawa hasil panen. Namun, berkali-kali permohonan warga kepada pemerintah desa belum membuahkan hasil.
“Mereka hanya janji-janji. Jalan lain sudah halus, tapi jalan kami masih begini,” keluh Agil Setyo Nugroho, pemuda lainnya.
Dalam aksi itu, emak-emak bersama pemuda menanam sekitar 20 pohon pisang di badan jalan sebagai simbol kekecewaan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses penghubung penting bagi masyarakat dua kabupaten tersebut.