PT Linknet Gandeng LPPNU Ngawi Tanam Ribuan Pohon Buah untuk Tekan Emisi Karbon

Hi-rukpikuk - PT Linknet bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Ngawi melaksanakan penanaman ribuan pohon di kawasan Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. Program ini digelar untuk menekan emisi karbon sekaligus memperkuat upaya penghijauan.

Sebanyak 3.000 bibit ditanam di area belakang Kampus STKIP Modern Ngawi, terdiri atas 1.500 bibit tanaman buah dan 1.500 bibit tanaman pagar seperti kelor dan indigofera. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PCNU Ngawi H. Rudi Triwachid dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Kepala Urusan Korporat Linknet, Armando Razalie, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap dampak karbon yang ditimbulkan dari aktivitas bisnis. Bibit yang dipilih merupakan tanaman dengan daya serap emisi tinggi.

“Kami menanam ribuan bibit tanaman yang memiliki kemampuan tinggi menyerap emisi karbon. Di antaranya mangga, alpukat, nangka dan jambu air, serta tanaman pagar,” ujar Armando.

Penanaman pohon ini telah menjadi program berkelanjutan. Hingga kini, perusahaan yang menjadi mitra Pertamina tersebut tercatat telah menanam puluhan ribu bibit di berbagai daerah.

“Kami berharap kolaborasi dapat terus berlanjut selama memiliki visi yang sama, yakni menautkan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik dengan target pengurangan emisi karbon,” katanya.

Ketua LPPNU Kabupaten Ngawi, Haris Mustofa, menjelaskan bahwa lembaganya menjalankan program penghijauan di lahan tersebut. Ia menerangkan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari skema kemitraan yang dibangun PT Linknet bersama Pertamina Foundation melalui anak perusahaannya, PT Adi Askara Bumi, yang kemudian bekerja sama dengan LPPNU Ngawi sebagai pelaksana di lapangan.

Gus Haris, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pemilihan tanaman buah dirancang memberikan manfaat ganda. Selain mendukung penyerapan emisi, pohon buah diharapkan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat ketika mulai berproduksi.

“Dengan menanam tanaman buah, kami berharap ada nilai ekonomi ketika pohon mulai berbuah dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa LPPNU Ngawi juga menawarkan skema penanaman tanaman sela bernilai ekonomi tinggi sebagai penunjang keberlanjutan kegiatan, meski bukan bagian dari program utama.

"Penanaman tanaman sela memang di luar program, tetapi menjadi penunjang keberlanjutan. Misalnya di sela-sela tanaman pokok ditanami pepaya,” ujarnya.

Gus Haris memastikan LPPNU Ngawi memiliki sumber daya dan kemampuan untuk mengelola lahan penghijauan. Lembaga itu juga telah berhasil mengembangkan sarana produksi pertanian berbasis lokal, seperti pupuk organik cair (POC), untuk membantu menekan biaya usaha tani dan terbukti efektif untuk pertumbuhan tanaman.

“LPPNU Kabupaten Ngawi telah mengembangkan beberapa sarana produksi pertanian berbasis lokal, seperti POC, dengan harapan dapat menurunkan biaya produksi dalam usaha tani,” pungkasnya.