Ngawi - Rencana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk bertandang ke Kabupaten Ngawi kembali urung terwujud. Agenda Syukuran Swasembada Pangan Nasional yang semula dijadwalkan berlangsung di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, pada Rabu besok (7/1/2026), dipastikan batal dan dialihkan ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan kali kedua rencana kunjungan Presiden ke Ngawi batal, setelah sebelumnya agenda serupa pada akhir tahun 2025 juga urung dilaksanakan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, membenarkan kepastian pembatalan tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah melakukan berbagai persiapan matang di lokasi yang direncanakan sebagai pusat kegiatan.
"Sudah pasti batal, agenda dialihkan ke Karawang. Pemkab Ngawi sebenarnya sudah mempersiapkan lahan untuk panen sejak jauh-jauh hari di Desa Tempuran," ungkap Supardi saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Terkait alasan pengalihan lokasi, Supardi mengaku tidak mendapatkan penjelasan resmi dari pihak kepresidenan. "Alasan pastinya kami tidak tahu, mungkin faktor pertimbangan teknis atau jarak di Karawang yang lebih dekat dari Jakarta," imbuhnya.
Pembatalan ini cukup disayangkan mengingat Ngawi dipercaya menjadi kandidat tuan rumah karena prestasi di sektor pertanian yang mentereng. Selama tiga tahun berturut-turut, Ngawi tercatat sebagai daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data DKPP, Indeks Pertanaman (IP) padi di Ngawi saat ini mencapai 2,88 dengan rata-rata produktivitas 7,4 ton per hektare. Bahkan, di sejumlah wilayah unggulan, hasil panen mampu menembus angka 10 hingga 11 ton per hektare.
Dalam agenda yang semula direncanakan, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri panen raya, percepatan tanam, serta pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi pada swasembada pangan nasional.
Meski tamu agung batal hadir, Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan bahwa semangat para petani tidak akan kendor. Prestasi sebagai lumbung pangan nasional tetap menjadi motivasi utama.
"Meskipun kunjungan Presiden dipastikan batal, Pemkab Ngawi tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung penuh program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat," pungkasnya.